Jumat, 30 November 2012

Tugas Teori Organisasi Umum 1 Pertemuan 3



A. Pendahuluan

Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif, komunikasi bertujuan, atau komunikasi tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.

B. Pembahasan

1. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal. 

2. Unsur-unsur Komunikasi
a. Pengirim pesan (komunikator).
Pengirim pesan (komunikator) adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya.
Komunikator dapat dilihat dari jumlahnya terdiri dari:
  1. Satu orang.
  2. Banyak orang dalam pengertian lebih dari satu orang.
  3. Massa.
b. Penerima pesan (komunikan).
Komunikan (penerima pesan) adalah manusia yang berakal budi, kepada siapa pesan komunikator ditujukan.
Peran antara komunikator dan komunikan bersifat dinamis, saling bergantian.

c. Pesan itu sendiri.
Pesan bersifat abstrak. Pesan dapat bersifat konkret maka dapat berupa suara, mimik, gerak-gerik, bahasa lisan, dan bahasa tulisan.
Pesan bersifat verbal (verbal communication) antara lain:
  1. Oral (komunikasi yang dijalin secara lisan).
  2. Written (komunikasi yang dijalin secara tulisan).
  1. Gestural communication (menggunakan sandi-sandi -> bidang kerahasiaan)
3. Bagaimana menyalurkan ide melalui komunikasi
Tahap-tahap menyalurkan ide melalui komunikasi :
1. Ide (gagasan)
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
2. Penyaluran (Transmitting)
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.
3. Tindakan
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
 4. Pengertian
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.
 5. Penerimaan
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).

4. Hambatan-hambatan komunikasi

1. Hambatan dari Proses Komunikasi :
- Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
- Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
- Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
- Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
- Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
- Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.

4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.

5. Klasifikasi Komunikasi dalam Organisasi

1. Dari segi sifatnya :
    a. Komunikasi Lisan
        Komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara, misalnya presentasi
    b. Komunukasi Tertulis
        Komunikasi melalui tulisan, misalnya email
    c. Komunikasi Verbal
        Komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan, misalnya curhat
    d. Komunikasi Non Verbal
        Komunikasi yang tidak dibicarakan(tersirat), misalnya  seseorang yang      nerves (gemetar)

2. Dari segi arahnya :
    a. Komunikasi Ke atas
        Komunikasi dari bawahan ke atasan
    b. Komunikasi Ke bawah
        Komunikasi dari atasan ke bawahan
    c. Komunikasi Horizontal
        Komunikasi ke sesama manusia / setingkat
    d. Komunikasi Satu Arah
        Pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik)
    e. Komunikasi Dua Arah
        Berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi

3. Menurut Lawannya :
    a. Komunikasi Satu Lawan Satu
        Berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya,
        Misalnya: berbicara melalui telepon
    b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
        Berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok,
        misalnya: kelompok satpam menginterogasi maling
    c. Kelompok Lawan Kelompok
        Berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain,
        Misalnya: debat partai politik

4.Menurut Keresmiannya :
    a. Komunikasi Formal
        Komunikasi yang berlangsung resmi
        Misalnya : rapat pemegang saham
    b. Komunikasi Informal
        Komunikasi yang tidak resmi
        Misalnya : berbicara dengan teman

C. Kesimpulan

Komunikasi memegang peranan penting di dalam suatu organisasi. Hal tersebut demi kelancaran proses penyebaran informasi kepada anggota-anggota organisasi tersebut. Tanpa komunikasi yang baik diantara anggota-anggota organisasi, mustahil dapat berjalannya fungsi-fungsi dalam organisasi tersebut. Oleh karena itu, betapa pentingnya arti dari komunikasi didalam suatu organisasi. Karena kunci utama didalam organisasi itu sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah KOMUNIKASI.

D. Daftar Pustaka

Jumat, 12 Oktober 2012

Tugas Teori Organisasi Umum 1 pertemuan 2


A. Pendahuluan

Di negara Indonesia ini, organisasi sangat  bermacam -macam bentuknya, baik organisasi yang pada bidang kemasyarakatan, olahraga atau organisasi di biding politik. Di dalam pemerintahan di katakan bahwa suatu organisasi berskala nasional karena organisasi itu terdiri dari anggota dan pengurus. Untuk memenuhi tugas Softskill ini, saya akan membahas mengenai suatu organisasi pada bidang olahraga, yaitu Organisasi Futsal.

B. Pembahasan

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan.

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu organisasi , sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikelola dengan baik maka organisasi tersebut pun akan ikut membaik.

Berikut struktur Organisasi Futsal :


Koordinator    : Ahmad Sofyan
Ketua              : Sohibul Bait
Wakil Ketua    : Akhsan Sulis
Sekretaris        : Dini Puspita
Bendahara       : Izzati
Anggota          : Syukron Silalahi ( Pelatih)
                        Anwar Fuad
                        Zakaria Gustam
                        Badrun kamil
                        Ahmad Suaib
                        Muhammad Naufal
                        Muhammad Fikri
                        Mukhlis
                        Ade suherman
                        Agus Hanafi
                         

Tipe Organisasi

Didalam suatu organisasi, terdapat tipe-tipe organisasi yaitu :

1. Tipe Piramida Mendatar (flat)
2. Tipe Piramida Terbalik
3. Tipe Kerucut

Dilihat dari skema organisasinya, organisasi futsal termasuk ke dalam piramida mendatar (flat). Hal tersebut di karenakan jumlah anggota yang dikendalikan cukup banyak, serta format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.

Bentuk Organisasi

Terdapat berbagai bentuk dari organisasi, yaitu :

1. Bentuk organisasi staff
2. Bentuk organisasi lini
3. Bentuk organisasi fungsional
4. Bentuk organisasi fungsional dan lini
5. Bentuk organisasi fungsional dan staff
6. Bentuk organisasi lini dan staff

Jika ditinjau dari bentuk organisasi, maka organisasi ini termasuk kedalam bentuk organisasi fungsional. Hal tersebut dikarenakan pembagian tugas-tugas di dalam organisasi ini jelas, Spesialisasi anggota organisasi lebih efektif dan mudah di kembangkan karena sesuai bidangnya masing-masing, Solidaritas organisasi tinggi, serta koordinasi tim berjalan tertib.


Konflik Organisasi

Konflik adalah suatu proses antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya menjadi tidak berdaya.

Konflik itu sendiri merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat maupun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggota atau antar kelompok masyarakat lainnya, konflik itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik yang dapat terkontrol akan menghasilkan integrasi yang baik, namun sebaliknya integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan suatu konflik.

Terdapat Jenis – Jenis Konflik, yaitu :

1. Konflik dalam diri individu
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama
3. Konflik antar individu dan kelompok
4.Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama,
5.Konflik antar organisasi

Penyebab terjadinya konflik dalam organisasi, yaitu :

1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan,
2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula,
3. Perbedaan kepentingan individu atau kelompok,
4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat, dan
5. Perbedaan pola interaksi yang satu dengan yang lainnya

Pada organisasi futsal ini, bukan berarti tanpa konflik. Setiap organisasi pasti mengalami suatu konflik, sekalipun itu organisasi kecil. Konflik pada organisasi futsal ini dapat antar individu, maupun kelompok. Misalnya konflik yang terjadi antara pelatih dengan pemain-pemainnya dikarenakan perbedaan pendapat dan cara bermain. Konflik ini tergolong Konflik antar individu(pelatih) dan kelompok(pemain-pemain). Selain itu konflik bisa terjadi antara pemain dengan pemain yang dikarenakan perbedaan-perbedaan, bisa itu perbedaan latar belakang, perbedaan kepentingan, maupun perbedaan pola interaksi. Konflik ini tergolong konflik antar individu dengan individu.

Bila terdapat suatu konflik, maka terdapat pula teknik-teknik pemecahan suatu konflik, yang meliputi :

Teknik-Teknik Utama Untuk Memecahkan Konflik Organisasi

Ada beberapa cara untuk menangani konflik yaitu :

1. Introspeksi diri,

2. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat,

3. Identifikasi sumber konflik,

Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :

a. Berkompetisi

Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-lose solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan.

b. Menghindari konflik

Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi
tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah menunda konflik yang terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini. Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.

c. Akomodasi

Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.

Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal
yang utama di sini yaitu :

d. Kompromi
Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama. Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution).

e. Berkolaborasi
Menciptakan situasi menang-menang dengan saling bekerja sama. Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.

C. Kesimpulan

Suatu organisasi diciptakan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Didalam mencapai tujuan tersebut pasti terdapat berbagai konflik-konflik. Untuk memecahkan konflik tersebut, maka diperlukan kerjasama seluruh anggota organisasi. Tanpa kerjasama, maka akan sulit untuk memecahkan suatu konflik yang terjadi didalam suatu organisasi.

D. Daftar Pustaka






Tugas Teori Organisasi Umum 1 pertemuan 1



A. Pendahuluan

Organisasi berasal dari bahasa Yunani, “organon” yang artinya alat, bagian, atau anggota badan. Seiring berjalannya waktu, maka terjadilah perkembangan dalam pengertiannya. Secara luas, Organisasi merupakan suatu wadah/tempat untuk bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi maupun tujuan individu, maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari pengurus organisasi dan anggota untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.

Organisasi dan metode secara lengkap dapat diartikan sebagai suatu rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan factor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

B. Pembahasan

Manajemen dan Organisasi

Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia sehingga menimbulkan adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.

Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi.

Manajemen dan Tata Kerja

Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah organisasi yang dapat berfungsi sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.

Tata kerja atau metode adalah suatu cara bagaimana agar sumber-sumber dan waktu yang tersdia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.

Tata kerja berfungsi untuk :

1.Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
2.Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan
3.Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat

Jadi, hubungan tata kerja dalam manajemen adalah untuk menjelaskan bagaimana proses kegiatan manajemen harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia sehingga tercapainya suatu tujuan yang efisien.

Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja

Hubungan timbal balik antara manajemen, organisasi, dan tatakerja :

Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.

Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.

Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.

Ciri-Ciri, Unsur, dan Teori Organisasi

Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai.

Sedangkan ciri-ciri organisasi modern yaitu :
           Organisasi bertambah besar
           Pengolahan datanya semakin cepat
           Penggunaan staf jauh lebih intensif
           Adanya kecenderungan spesialisasi
           Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
           Memiliki unsur-unsur organisasi yang lebih lengkap

Organisasi juga mempunyai unsur-unsur pendukung agar bisa berjalan dan terlaksana, Unsur-unsur tersebut terdiri atas :

1. Manusia (man)

Dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.

2. Kerjasama (team work)

Suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota organisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing.

3. Tujuan bersama

Tujuan adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

4. Peralatan (equipment)

Segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.

5. Lingkungan (environtment)

Unsur lingkungan terdiri atas :
a. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya.
b. tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi.
c. Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan

6. Kekayaan alam yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora dan fauna.

7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri.

Klasifikasi Teori Organisasi terdiri dari beberapa bagian besar, yaitu :

1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)‏.

Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.

a. Teori Birokras

Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

b. Teori Administrasi

Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :

a. Pembagian kerja (division of work)
b.Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
c. Disiplin (discipline)
d. Kesatuan perintah (unity of command)
e. Kesatuan pengarahan (unity of direction)
f. Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi
g. Balas jasa (remuneration of personnel)
h. Sentralisasi (centralization)
i. Rantai scalar (scalar chain)
j. Aturan (oreder)
k. Keadilan (equity)
l . Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
m. Inisiatif (initiative)
n. Semangat korps (spirit de corps)

c. Manajemen Ilmiah

Manajemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen ilmiah. Pendapat pertama mengatakan manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Pendapat kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.

2. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)‏

Teori neoklasik secara sederhana sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendifinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

3. Teori Organisasi Modern

Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

Macam-macam Organisasi

1. Organisasi Niaga

Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya adalah untuk berniaga atau mencari keuntungan.Macam-macam Organisasi Niaga adalah:

a. Perseroan Terbatas (PT)‏
b. Perseroan Komanditer (CV)‏
c. Firma (FA)‏
d. Koperasi
e. Join Ventura
f. Trus
g. Kontel
h. Holding Company

2. Organisasi Sosial dan Organisasi Kemasyarakatan

Organisasi Sosial atau yang sering di sebut Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) adalah Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat.

Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan adalah:
           Jalur Keagamaan
           Jalur Profesi
           Jalur Kepemudaan
           Jalur Kemahasiswaan
           Jalur Kepartaian & Kekaryaan

3. Organisasi Regional dan Internasional

Organisasi Regional adalah oganisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota – anggotanya meliputi negara di dunia.

C. Kesimpulan

Organisasi, Manajemen, dan Tata kerja merupakan 3 elemen penting dalam tujuan organisasi. Sebelum melakukan proses pencapaian tujuan(manajemen), maka harus mengetahui terlebih dahulu cara-cara memanfaatkan sumber daya dan waktu secara efisien(tatakerja). Setelah mengetahui, barulah melakukan proses tersebut dengan perantara (alat) organisasi. Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan yang efien dan efektif.

D. Daftar Pustaka





Minggu, 03 Juni 2012

TUGAS IBD ( Ilmu Budaya Dasar )

CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

CINTA MENURUT AJARAN ISLAM

Cinta secara bahasa merupakan perasaan suka sekali dan senang sekali. Cinta secara istilah merupakan rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun, dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan diridhai Allah.

Hal tersebut telah di jelaskan di dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat ke 24 yang artinya :
“Jika bapa-bapa(pembesar dan nenek moyang), anak-anak, saudara-saudara,istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-NYA dan dari berjihad di jalan-NYA, Maka tunggulaah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-NYA, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (Q.S At-Taubah,9:24)

Di dalam islam, Cinta terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu

1. Cinta terhadap Allah SWT
Manusia yang cinta terhadap Allah SWT akan selalu taat kepada-NYA, dengan menjalankan segala perintah-NYA dan menjauhkan segala larangan-NYA. Cinta kepada Allah merupakan cinta seorang hamba kepada Penciptanya, dengan cara mengakui kebesaran dan keesaan-NYA. Cinta terhadap Allah tidak lepas daripada yang disebut sebagai Akhlak, keimanan, dan tauhid.

a. Akhlak
Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat.

Kata akhlak diartikan sebagai suatu tingkah laku, tetapi tingkah laku tersebut harus dilakukan secara berulang-ulang tidak cukup hanya sekali melakukan perbuatan baik, atau hanya sewaktu-waktu saja.Seseorang dapat dikatakan berakhlak jika timbul dengan sendirinya didorong oleh motivasi dari dalam diri dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiran apalagi pertimbangan yang sering diulang-ulang, sehingga terkesan sebagai keterpaksaan untuk berbuat. Apabila perbuatan tersebut dilakukan dengan terpaksa bukanlah pencerminan dari akhlak.

Ada empat hal yang harus ada apabila seseorang ingin dikatakan berakhlak, yaitu :
1. Perbuatan yang baik atau buruk.
2. Kemampuan melakukan perbuatan.
3. Kesadaran akan perbuatan itu
4. Kondisi jiwa yang membuat cenderung melakukan perbuatan baik atau buruk

Akhlak terbagi menjadi 2 jenis :

1. Akhlak Terpuji ( Akhlak Mahmudah )
Akhlak terpuji meliputi :
1. Jujur (Ash-Shidqu)
2. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi)
3. Malu (Al-Haya')
4. Rendah hati (At-Tawadlu')
5. Murah hati (Al-Hilmu)
6. Sabar (Ash-Shobr)

2. Akhlak Tercela ( Akhlak Mazmumah )
Akhlak tercela meliputi :
1. Sombong
2. Dusta
3. Khianat
4. Kikir
3. Dzalim
6. Bergunjing

b. Keimanan
Kata keimanan berasal dari kata iman yang artinya percaya atau yakin. Iman adalah pembenaran dengan hati, perkataan dengan lisan dan pengamalan dengan anggota tubuh dan amal perbuatan nerupakan bagian dari iman.

c. Tauhid
Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39).

Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39). Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi berupa Malaikat, para Nabi, orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja.

2. Cinta terhadap Lingkungan Hidup
Cinta terhadap Lingkungan berarti memelihara, menjaga dengan cara melestarikannya serta tidak merusaknya. Karena apabila lingkungan hidup kita rusak, maka dampaknya akan kembali kepada kita sendiri. Contoh banjir. Banjir terjadi karena ulah manusia yang tidak mencintai lingkungan. Andaikan manusia mencintai lingkungan, maka tidak akan terjadi yang namanya banjir. Banjir memberikan dampaknya terhadap kehidupan manusia, seperti mewabahnya sarang penyakit, dan lain sebagainya.

Islam mengajarkan umatnya mengasihi semua binatang dan melarang umatnya untuk menyiksa binatang. Karena binatang adalah makhluk ciptaan Allah. Tidak membunuh mereka untuk kesenangan, dan tentu saja tidak boleh melukai dan menyiksanya. Karena binatang merupakan salah satu sumber makanan manusia. Kita sebagai manusia harus menghormati mereka dengan berdoa dan tidak membunuh mereka lebih dari yang kita makan

3. Cinta terhadap sesama Manusia
Di dalam ajaran islam, cinta sesama manusia tidak lepas dari rasa cintanya terhadap penciptanya. Karena dalam ajaran islam, cinta terhadap Allah juga berarti cinta terhadap sesama manusia sebagai ciptaan-NYA. Karena hal ini berkaitan dengan yang namanya akhlak. Cinta terhadap sesama Manusia tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah SWT.

Cinta terhadap sesama Manusia terwujud di dalam Al-Qur’an Surat Al- Hujurat ayat 13 yang artinya :
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa di sisi Allah. “ (Q.S Al-Hujurat :13)


OPINI
Cinta dalam konteks ajaran agama islam adalah mencintai sesuatu dengan tidak melebihi rasa cinta kepada Allah SWT. Cinta kepada Allah SWT dapat diwujudkan dengan TAAT ( menjalankan segala perintah-NYA serta menjauhkan segala larangan-NYA ). Cinta kepada Allah SWT dapat pula di wujudkan dengan mencintai makhluk-makhluk-NYA, dengan cara menjaga, memeliharanya, serta melestarikan-NYA.

SUMBER
http://kolom.blogdetik.com/arti-cinta-menurut-islam/
http://id.wikipedia.org/wiki/Akhlak
http://rumahislam.com/aqidah/34-ttg-aqidah/523-iman-adalah-perkataan-dan-perbuatan.html
http://muslim.or.id/aqidah/makna-tauhid.html



TUGAS IBD ( Ilmu Budaya Dasar )

ORIENTASI NILAI BUDAYA – MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Orientasi nilai bersifat komplek tetapi terpola pada prinsip yang mengutamakan tatanan dan langsung pada tindakan dan pikiran manusia yang berhubungan dengan solusi dalam memecahkan masalah. Terdapat 3 asumsi dari pernyataan tersebut, yaitu :

1. Orang dalam semua budaya harus menemukan solusi untuk memecahkan masalah.
2. Solusi yang tersedia tidak terbatas.
3. Satu solusi cenderung dipilih anggota budaya tertentu. Semua potensial tampak pada setiapbudaya.

Terdapat 5 masalah pokok kehidupan manusia dalam sistem nilai budaya, yaitu

1. Hakekat hidup manusia

Hakekat hidup manusia merupakan orientasi yang menunjuk pada karakter pembawaan sifat manusia. Yang dipandang sebagai pembawaan yang baik, jahat, atau campuran dari itu. Manusia di pandang tidak hanya sebagai baik atau jahat tetapi juga untuk merubah dan tidak dapat berubah. Kita harus mengakui bahwa hubungan manusia sebagai campuran baik dan buruk, sedangkan yang tidak sama adalah sebagai pandangan adalah netral.
Terdapat 6 solusi potensial pada masalah ini, yaitu :
1.Manusia yang jahat tetapi dapat merubah.
2.Manusia jahat dan tidak dapat dirubah.
3.Manusia adalah netral yang respek pada baik dan jahat.
4.Manusia adalah campuran baik dan jahat.
5.Manusia itu baik tapi dapat berubah.
6.Manusia itu baik dan tidak dapat berubah.

2. Hakekat karya (aktifitas ) manusia

Aktifitas manusia dapat dilihat dalam tiga cara, yaitu :
1.Doing
Merupakan orientasi yang melibatkan pada tipe aktifitas yang hasilnya tampak pada eksternal individu yang diukur dengan sesuatu.
2.Being
Merupakan lawan yang exterm dari orientasi doing.
3.Becoming
Merupakan integrasi keseluruhan pada perkembangan diri.

3. Hakekat Waktu Manusia

Terdapat orientasi pada tiga masa, yaitu :
1.Orientasi masa lalu adalah unggul dalam budaya dalam penempatan nilai yang tinggi pada tradisi dimasa lalu.
2. Orientasi masa sekarang yaitu dimana orang-orang member perhatian yang relative kecil padaapa yang dikerjakan pada masa lalu dan pada apa yang akan terjadi pada masa depan.
3. Orientasi masa depan adalah masa yang memiliki nilai tinggi.


4. Hakekat Alam Manusia

Terdapat tiga tipe utama, yaitu :
1.Menguasai alam, orientasi ini melihat bahwa semua kekuatan alam dapat mengatasi masalah.
2. Harmoni dengan alam, memiliki makna bahwa tidak ada perbedaan antara kehidupan manusia,sifat dan supernatural.
3. Penaklukan kepada alam yang unggul dinegara seperti spanyol, Amerika. Yaitu kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dikerjakan untuk mengontrol alam jika ada ancaman, tidak sesuatu pun yang dapat terlepas dari bahaya.

5. Hakekat Hubungan Manusia

Terdapat tiga cara untuk mengartikan hubungan dengan oranglain (Kluckhon dan Strodbeck) yaitu :

1.Individualism
Orientasi ini ditandai dengan otonomi individu dengan kata lain individu adalah unik dan sebagaientitas tersendiri. Prioritas tujuan dan sasarannya adalah memprioritaskan pada individu daripada kelompok.

2. Orientasi langsung atau lineality
Orientasi ini memfokuskan pada kelompok dengan tujuan kelompok merupakan prioritas utama.Menurut Kluckhon dan strodbeck kontinyuitas dari kelompok adalah melalui waktu individu-individu adalh penting hanya untuk anggota kelompok tersebut.

3.Collaterality
Orientasi ini memfokuskan pada kelompok tetapi bukan perluasan kelompok melalui waktu.Sepertinya focus pada perluasan kelompok secara lateral/ke samping (anggota kelompok dariindividu yang paling dekat dalam waktu dan tempat). Tujuan dari kelompok diatas kepentingan individu. Pada kenyataannya orang-orang tidak mempertimbangkannya kecuali vis a vis/ sebagai lawan anggota kelompok.

 
OPINI
Fungsi dari suatu nilai orientasi adalah untuk memahami komunikasi dengan orang asing. Dengan jalan mempertimbangkan 2 budaya yang hampir sama, misalnya budaya inggris dengan budaya amerika serikat. Perbedaan orientasi budaya dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman antara orang-orang dalam budaya yang berbeda.

Selasa, 29 Mei 2012

TUGAS IBD ( Ilmu Budaya Dasar )

PHOBIA – MANUSIA DAN PENDERITAAN

Istilah “phobia” berasal dari kata “phobi” yang artinya ketakutan atau kecemasan yang sifatnya tidak rasional; yang dirasakan dan dialami oleh seseorang. Phobia merupakan ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu yang seringkali tidak beralasan dan tidak berdasar pada kenyataan.

Menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) terdapat 3 jenis phobia, yaitu :

1. Phobia sederhana,
Merupakan phobia terhadap suatu obyek/keadaan tertentu, seperti pada binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain lain.

2. Phobia sosial
Merupakan phobia terhadap pemaparan situasi sosial, seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.

3. Phobia kompleks
Merupakan phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka, misalnya di kendaraan umum/mall orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah.

Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.

Perlu kita ketahui bahwa phobia sering disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan budaya. Perubahan-perubahan yang terjadi diberbagai bidang sering tidak seiring dengan laju perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti dinamika dan mobilisasi sosial yang sangat cepat naiknya, antara lain pengaruh pembangunan dalam segala bidang dan pengaruh modernisasi, globalisasi, serta kemajuan dalam era informasi.

Dalam kenyataannya perubahan-perubahan yang terjadi ini masih terlalu sedikit menjamah anak-anak sampai remaja. Seharusnya kualitas perubahan anak-anak melalui proses bertumbuh dan berkembangnya harus diperhatikan sejak dini khususnya ketika masih dalam periode pembentukan (formative period) tipe kepribadian dasar (basic personality type). Ini untuk memperoleh generasi penerus yang berkualitas. Berbagai ciri kepribadian/karakterologis perlu mendapat perhatian khusus bagaimana lingkungan hidup memungkinkan terjadinya proses pertumbuhan yang baik dan bagaimana lingkungan hidup dengan sumber rangsangannya memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak, khususnya dalam keluarga.

Terdapat 5 teknik dalam penyembuhan phobia, yaitu :

1. Hypnotheraphy
Teknik penyembuhan dengan cara memberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia kepada penderita phobia

2. Flooding
Teknik penyembuhan Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.

3. Desentisisasi Sistematis
Teknik penyembuhan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.

4. Abreaksi
Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.

5. Reframing
Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.


OPINI
Phobia adalah suatu kelainan yang unik, dimana seseorang merasa ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu. Kelainan unik ini dapat disembuhkan dan proses penyembuhannya tergantung bagaimana usaha si penderita dalam memerangi kelainan nya tersebut, semakin ia bersungguh-sungguh maka semakin cepat ia lepas dari rasa ketakutannya. Semuanya bergantung terhadap penderita itu sendiri.

SUMBER
http://www.omegleindonesia.com/curhat/?p=83